Narrative Text │Kelas 10

Pasti di antara kalian sering membaca tulisan fiksi dalam bentuk cerpen, novel, atau buku cerita bukan? Narrative text merupakan sebuah tulisan yang  biasanya di sampaikan secara kronologis. Target pembaca dari narrative text berbeda-beda. Jika di targetkan untuk anak-anak balita sampai dengan sekolah dasar, biasanya cerita akan memiliki nilai-nilai positif yang dapat di petik. Narrative adalah cerita khayal yang bertujuan menghibur pembaca. Tentu yang namanya cerita khayal itu ya belum tentu kebenarannya karena bisa jadi itu hanyalah imaginasi atau cerita fiktif yang di buat oleh seseorang atau cerita buatan sekelompok masyarakat yang tidak terbukti kebenarannya. Contoh narrative text yang mungkin kalian pernah baca di antaranya yaitu, Cinderella, Sangkuriang, Snow White, Rabbit and Crocodile, dsb. Kalau target pembaca adalah remaja dan orang dewasa, maka cerita cenderung lebih panjang dan kompleks. Genre narrative text juga beragam, di antaranya adalah:

Baca juga: Adverb │ kelas 10 IPA

Ciri-ciri Narrative Text

Narrative text memiliki ciri – ciri sebagai berikut :

  • menggunakan Action Verb dalam bentuk Past Tenses.
  • memiliki Noun tertentu sebagai kata ganti orang.
  • Menggunakan Adjective yang membentuk Noun Phrase.
  • Menggunakan Conjunction untuk mengurutkan kejadian-kejadian

Struktur Narrative Text

Struktur dari narrative text berfokus pada serangkaian tahapan yang di usulkan untuk membangun sebuah teks ini sendiri. Ada 4 jenis struktur narrative text yang harus kamu ketahui. Keempat struktur tersebut adalah orientation, complication, resolution, dan reorientation. Yuk, di pelajari satu persatu !

Orientation

Struktur bagian orientation merupakan paragraf pembuka teks yang mengenalkan siapa tokoh yang terlibat dalam kejadian (who) serta latar waktu (when) dan tempat yang melatarbelakangi kejadian (where). Orientation ini terletak di paragraf pertama narrative text. Jadi jangan lupa dengan who, when, dan where dalam orientation pada narrative text, ya!

Complication

Struktur selanjutnya yaitu complication. Complication terletak setelah orientation selesai. Complication terdiri dari paragraf yang menjelaskan awal masalah. Awal masalah ini juga mengawali rentetan plot (alur cerita) yang kemudian akan berlanjut pada konflik, klimaks, dan anti klimaks cerita. Umumnya complication berisi interaksi antarpelaku peristiwa. Interaksi ini yang menimbulkan sebuah konflik atau pertentangan. Ada 3 jenis konflik yang mungkin terjadi di complication, yaitu natural conflict, social conflict, dan psychological conflict. Sesuai dengan namanya, natural conflict adalah permasalahan antara pelaku dan alam, social conflict adalah permasalahan antar pelaku, sedangkan psychological conflict adalah permasalahan pelaku dengan dirinya sendiri. 

Resolution

Resolution adalah paragraf yang menjadi akhir cerita. Dalam bagian ini, terjadi penyelesaian yang membuat jalan cerita berakhir. Setiap permasalahan yang muncul harus ada penyelesaiannya, bisa di tutup dengan akhir yang menyenangkan (happy ending) atau berakhir tragis atau menyedihkan (sad ending). Masalah sudah terjadi, akhirnya kita sampai di penutup sebuah cerita yang disebut sebagai resolution. Biasanya dalam bagian ini ada penyelesaian dari masalah yang ada di bagian complication tadi. Masalah yang di selesaikan dapat menjadi lebih baik atau malah lebih buruk. Nantinya sebuah cerita akan memiliki happy ending atau sad ending. Namun, terkadang sebuah cerita bisa juga di akhiri dengan twist ending bahkan ending yang ‘menggantung’ (cliffhanger) untuk mempertahankan minat dan ketegangan bagi pembacanya. Biasanya, teks yang memiliki ending ini terdapat pada genre mystery, thriller, atau horror.

Re-orientation

Reorientation merupakan kalimat penutup yang menceritakan kondisi terakhir sang tokoh dalam cerita atau pesan moral cerita. Walaupun sudah ada penutup atau penyelesaian dari sebuah masalah, ada juga bagian re-orientation yang bersifat opsional. Oh iya, bagian ini tidak wajib ada pada narrative text ya, karena biasanya hanya berisi mengenai pelajaran moral, saran, atau pengajaran dari penulis.

Setelah membaca artikel ini, semoga kamu jadi lebih paham dengan narrative text, ya. Ingin belajar lebih lanjut tentang narrative text? Yuk, gabung class di marvin english. Kalian akan belajar bersama smart guide profesional tentang banyak hal terkait dengan english conversation dengan metode yang menyenangkan. Dengan begitu kalian dapat berbahasa inggris secara mahir dan fasih tentunya kalian akan semakin pedde. Yuk segera gabung di sini ya!

Tinggalkan sebuah komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *