Perubahan Iklim│Kelas 10 IPS

Sobat kalian ngerasa tidak kalau akhir-akhir ini ketika musim kemarau terasa panas banget dan ketika harusnya sudah mulai musim hujan, justru malah terjadi kekeringan di mana-mana. Kalian merasakan seperti yang minvin rasakan ngga? Beberapa tahun belakangan ini, kita merasakan musim kemarau yang lebih panas dari biasanya. Musim hujan pun mulai ekstrem di sertai petir dan angin kencang. Jika kita perhatikan kondisi di wilayah atau negara lain, cuaca di tempat tersebut pun sejatinya tak jauh berbeda. Musim panas yang menyengat dan musim dingin yang di sertai badai.

Kenapa bisa begitu? Tapi tahukah kamu apa yang menyebabkan hal ini? Yap, karena fenomena perubahan iklim global yang menyebabkan adanya meningkatan suhu udara bumi yang dari waktu-ke waktu mengalami penurunan, hingga terasa panas seperti hari ini. Sobat, dampak perubahan iklim ini tidak hanya di rasakan di Indonesia saja lho, tapi juga di rasakan oleh seluruh manusia di dunia bahkan berdampak juga bagi lingkungan, ekonomi, kesehataan hingga kelestarian flora dan fauna. Untuk lebih jelasnya, yuk baca ulasan minvin berikut.

Karakteristik Iklim di Indonesia

Kalian pasti tau dong letak astronomis Indonesia. Yap Indonesia berada pada 6oLU – 11oLS dan antara 96o BT – 141o BT. Oleh karena itu Indonesia berada di wilayah beriklim tropis. Letak astronomis membuat iklim di wilayah Indonesia di pengaruhi oleh tiga iklim. Apa saja tiga iklim tersebut yuk simak gambar berikut.

Selain hal tersebut, wilayah Indonesia diapit oleh dua benua yaitu Benua Asia dan Benua Australia, serta dua samudra yaitu Samudra Hindia dan Samudra Pasifik. Letak  geografis tersebut mengakibatkan Indonesia terpengaruh oleh sirkulasi monsun. Angin monsun yang bergerak melalui Indonesia mengakibatkan Indonesia memiliki musim hujan dan musim kemarau.

  1. Musim hujan di Indonesia (Oktober sampai April). Angin Monsun yang bergerak dari Benua Asia ke arah Benua Australia melalui Samudra Hindia dan sebagian besar wilayah Indonesia disebut sebagai monsun barat.
  2. Musim kemarau di Indonesia (April sampai dengan Oktober) Angin monsun yang bergerak dari Benua Australia (mengalami musim dingin) ke Benua Asia (mengalami musim panas) melalui laut-laut sempit di sekitar Kepulauan Indonesia di sebelah selatan khatulistiwa disebut sebagai monsun timur.

Pengaruh cuaca dan iklim bagi kehidupan

Manfaat iklim dan cuaca dalam beberapa bidang kehidupan antara lain sebagai berikut.

Perubahan Iklim

Iklim di dunia selalu berubah, baik menurut ruang maupun waktu. Perubahan iklim sendiri merupkan perubahan suhu yang drastis di sertai curah hujan, pola angin, dan fenomena cuaca lainnya yang tidak biasa. Perubahan ini bersifat signifikan dan terjadi pada periode waktu tertentu. Tentu saja, hal ini bukanlah berita yang bagus karena berdampak terhadap lingkungan serta makhluk hidup yang tinggal di bumi, termasuk manusia.

Bayangkan jika musim kemarau berkepanjangan dengan suhu yang tinggi dari biasanya, tanaman akan sulit tumbuh. Petani pun akan kewalahan karena gagal panen. Sementara hewan-hewan, mengalami kekeringan karena keringnya sumber airnya.

Untuk mencegah perubahan iklim semakin memburuk, ada banyak hal yang perlu kita ketahui, salah satunya mengenali terlebih dahulu penyebab-penyebabnya. Apa saja?

Penyebab Perubahan Iklim

Perubahan iklim disebabkan oleh peningkatan konsentrasi gas rumah kaca di atmosfer. Nah, karena gas ini radiasi gelombang panjang yang panas tertahan, akibatnya atmosfer bumi semakin memanas. Selain itu, tidak dapat di pungkiri bahwa manusia bertanggung jawab atas terjadinya perubahan iklim. Banyak dari aktivitas manusia memberikan dampak buruk bagi alam dan lingkungan, tapi hanya segelintir saja yang peduli. Beberapa contoh kegiatan manusia yang merusak alam adalah penebangan hutan sehingga hutan menjadi gundul. Aktivitas manusia di barengi dengan kemajuan teknologi industri mempercepat terjadinya perubahan iklim seperti limbah, asap dari transportasi dan industri berbahan bakar fosil hingga kotoran hewan dan tumbuhan yang menumpuk dapat mengahasilkan gas metana yang berperan dalam terbentuknya GRK di atmosfer. Berdasarkan data ada beberapa faktor penyebab perubahan iklim, di antaranya:

  • Efek gas rumah kaca
  • Pemanasan Global
  • Kerusakan lapisan ozon
  • Kerusakan fungsi hutan
  • Penggunaan Cloro Flour Carbon (CFC) yang tidak terkontrol
  • Gas buang industri

Baca juga : Efek Rumah Kaca │Kelas 7

Supaya makin paham yuk uraikan satu persatu dampak perubahan iklim bagi kehidupan:

Perubahan iklim berdampak sangat luas pada kehidupan masyarakat. Kenaikan suhu bumi tidak hanya berdampak pada naiknya temperatur bumi tetapi juga mengubah sistem iklim yang mempengaruhi berbagai aspek pada perubahan alam dan kehidupan manusia, seperti kualitas dan kuantitas air, habitat, hutan, kesehatan, lahan pertanian dan ekosistem wilayah pesisir.

  • Berpengaruh Terhadap Kualitas dan Kuantitas Air
  • Berpengaruh Terhadap Habitat dan Kepunahan Spesies
  • Berpengaruh Terhadap Hutan
  • Meningkatnya Wabah Penyakit

Nah banyak sekali ya dampak perubahan iklim, karenanya mulai sekarang yuk cintai bumi kita dengan menggunakan produk yang ramah lingkungan, kurangi penggunaan barang-barang yang terbuat dari plastik, hemat air, listrik, dan mengurangi penggunaan bahan bakar fosil. Agar dampak perubahan iklim global yang sudah di jelaskan, bisa di kurangi dan di hentikan. Stop global warming! Yuk jadi pelopor kelestarian lingkuna. Untuk itu kalian perlu memahami lingkungan kita. Daftarkan diri kalian menjadi siswa marvin untuk mempelajari berbagai fenomena lingkungan dengan bimbingan tentor profesional. Di tunggu yaa,

Tinggalkan sebuah komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *