Efek Rumah Kaca │Kelas 7

Halo sobat, Apa yang terlintas dalam benak kalian ketika mendengar frasa efek rumah kaca? Kemungkinan besar yang muncul dalam pikiran adalah efek rumah kaca merusak Bumi, menyebabkan pemanasan global dan perubahan iklim. Intinya, efek rumah kaca seolah-olah menjadi momok bagi umat manusia. Namun kenyataannya, efek rumah kaca itu sendiri bukanlah hal yang buruk.

Justru sebaliknya, kehidupan di Bumi memerlukan adanya efek rumah kaca. Tanpa efek rumah kaca dan atmosfer, permukaan Bumi akan memiliki suhu yang terlalu rendah, sampai 0 derajat Fahrenheit atau -17,7 derajat Celcius, serupa dengan suhu di permukaan bulan.

Efek rumah kaca dalam kadar yang wajar merupakan hal yang penting dan diperlukan. Yang menyebabkan kerusakan dan pemanasan global adalah terlalu banyaknya gas yang dihasilkan oleh Efek Rumah Kaca. Terlalu banyaknya gas ini menyebabkan suhu permukaan Bumi naik sampai angka yang di luar ambang kewajaran dan di luar kontrol.

Efek rumah kaca sebagai masalah lingkungan secara global terjadi karena kenaikan suhu atmosfer akibat gas rumah kaca yang menyerap gelombang panas Matahari yang dipantulkan dari Bumi.

Sebelum belajar tentang efek rumah kaca, kamu sudah pernah lihat rumah kaca yang digunakan untuk menanam tanaman, kan? Coba deh kamu ingat-ingat lagi tentang fungsi dari rumah kaca itu sendiri. Yes, selain untuk menanam tanaman atau sayuran jenis tertentu, rumah kaca ini memiliki fungsi untuk melindungi tanaman atau sayuran tersebut. Rumah kaca ini juga bersifat hangat karena kaca-kacanya bisa menangkap panas supaya tumbuhan dan sayuran yang ada di dalamnya menjadi hangat. Lalu, efek rumah kaca itu apa sih?

Apa itu efek rumah kaca?

Rumah kaca adalah sebuah bangunan yang berbentuk rumah yang keseluruhan bangunannya terdiri dari kaca. Baik di bagian dinding, atap, tembok dan sebagainya. Rumah kaca biasanya akan digunakan untuk menanam sayuran, buah-buahan, bunga dan lain sebagainya. Biasanya rumah kaca ini dimiliki oleh para petani yang berada di negara 4 musim.

Pengertian efek rumah kaca adalah proses yang terjadi ketika gas-gas pada atmosfer Bumi memerangkap panas dari matahari.  Proses ini terjadi secara alami karena Bumi memiliki atmosfer. Dengan adanya panas matahari yang tidak bisa keluar dari atmosfer Bumi ini, suhu di permukaan Bumi menjadi hangat. Efek Rumah Kaca ini membuat kehidupan di Bumi menjadi lebih nyaman.

Gas-gas yang berkontribusi pada efek rumah kaca antara lain, uap air (H2O), karbondioksida (CO2), metana (CH4), ozon (O3), nitrous oksida (N2O), CFC (Chloro Fluoro Carbon), dan HFC (Hidro Fluoro Carbon). Sebenarnya, gas-gas tersebut di atas di perlukan agar Bumi tidak terlalu dingin, akan tetapi sejak revolusi industri, gas-gas seperti karbon dioksida, methana, dan gas berbahaya lainnya menjadi makin bertambah di atmosfer sehingga konsentrasinya makin meningkat akibat ulah manusia. Jika konsentrasi gas-gas rumah kaca makin meningkat di atmosfer, maka efek rumah kaca akan makin besar.

Bertambahnya gas efek rumah kaca disebabkan oleh pembakaran bahan bakar fosil seperti bahan bakar minyak, batu bara, dan bahan bakar organik lainnya. Dengan semakin bertambahnya gas efek rumah kaca pada atmosfer Bumi, maka semakin banyak panas matahari yang terperangkap. Hal ini menyebabkan suhu Bumi semakin memanas. Terlalu banyak gas efek rumah kaca ini ikut berkontribusi pada pemanasan global. Lalu, apa itu pemanasan global? Pemanasan global adalah naiknya suhu iklim Bumi dalam jangka panjang. Pemanasan global merupakan faktor yang besar dalam perubahan iklim.

Proses terjadinya efek rumah kaca

1. Panas Matahari Memanasi Bumi

Bumi kita ini bekerja dengan cara yang serupa. Pada prinsipnya, cahaya matahari menyinari permukaan bumi melewati gas atmosfer dan menghangatkan suhu bumi. Pada malam hari ketika suhu permukaan mulai dingin, panas akan balik dipantulkan balik ke angkasa. Tapi sebagian besar radiasi matahari ini terperangkap oleh gas atmosfer.

2. Gas-gas rumah kaca memerangkap panas

Gas di atmosfer, seperti karbon dioksida (CO2), memerangkap panas matahari seperti dinding rumah kaca. Gas ini disebut juga gas-gas rumah kaca atau greenhouse gas (GHG). Beberapa gas rumah kaca lainnya seperti: Metana (CH4), Dinitrogen Oksida (N20), Uap Air (H2O), Ozon (O3), dan Klorofluorokarbon (CFC). Gas inilah yang menjaga suhu permukaan kita hangat di malam hari.

3. Aktivitas manusia meningkatkan kadar gas rumah kaca

Gas rumah kaca yang paling berdampak adalah karbon dioksida, uap air, metana, dan nitrogen dioksida. Aktivitas manusia seperti pembakaran hutan dan penggunaan kendaraan bermotor memproduksi dan meningkatkan jumlah gas-gas rumah kaca di atmosfer. Kabarnya, beberapa tahun kedepan, jumlah karbon dioksida akan naik dua kali lipat lebih banyak di bandingkan sekarang. Tentunya, semakin banyak gas-gas rumah kaca, semakin panas permukaan bumi. Hal inilah yang mengakibatkan pemanasan global atau global warming.

Cara mengatasi Efek Rumah Kaca

Et ada yang perlu sobat marvin tau lho, efek rumah kaca bisa di minimalisir. Bagaimana cara mengurangi efek rumah kaca? Yuk simak ulasan di bawah ini.

BACA JUGA : Teknologi Ramah Lingkungan│Kelas 9

Nah, itulah seluk beluk lengkap mengenai efek rumah kaca. Mengasyikkan bukan, belajar sambil melihat fenomena alam yang ada di sekitar kita. Yuk kita pelajari alam kita agar kita mampu memahami dan menjaganya. Belajar dengan guru profesional di luar jam belajar sekolah dengan kondisi kelas yang nyaman. Dari bidang biologi, matematika, Inggris, dan masih banyak lagi. Bagi kamu yang tertarik yuk join class di marvin bimbel…..

Tinggalkan sebuah komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *