Bioteknologi │Kelas 12 IPA

Halo sobat marvin, kalian merasa ada yang aneh dengan hewan-hewan tersebut? Hewan – hewan tersebut merupakan produk dari biteknologi. Tentu kalian sudah tidak asing lagi dengan dengan kata bioteknologi. Kata kata seperti kloning, tanaman transgenik atau biofuel semakin umum terdengar dan digunakan dalam keseharian kita. Istilah – istilah tersebut berkaitan erat dengan bioteknologi yang berkembang pesat akhir-akhir ini. Berbagai produk bioteknologi telah di hasilkan, misalnya jagung dan kedelai transgenik serta insulin hasil rekombinasi gen. Apakah semua produk bioteknologi bermanfaat dan aman digunakan? Pada kesempatan ini, minvin akan membahas berbagai metode bioteknologi, aplikasinya dalam kehidupan serta dampak yang di timbulkan.

Baca juga : Zat Kimia Pembentuk Warna – Warni Kembang Api │Kelas 12 IPA

Apa itu Bioteknologi

Bioteknologi berasal dari tiga kata dalam bahasa Latin, yaitu bios (hidup), tekno (penerapan), dan logos (ilmu). Nah, dari situ kita bisa memahami kalau bioteknologi adalah ilmu yang mempelajari prinsip-prinsip penerapan biologi. Bioteknologi ini merupakan cabang dari biologi yang khusus mempelajari cara memanfaatkan makhluk hidup dalam proses produksi untuk menghasilkan makhluk hidup, barang, dan jasa.

Eits, jangan kaget dulu. Iya, kamu gak salah baca. Bioteknologi emang nyiptain makhluk hidup dari makhluk hidup yang ada. Hal ini di lakukan supaya kita bisa menghasilkan makhluk hidup seperti hewan ternak dan tumbuhan yang bersifat unggul melalui rekayasa genetika. Dengan teknologi ini kita bisa makan semangka tanpa biji atau tomat ungu. Buah hasil rekayasa genetika ini juga biasanya memiliki daya tahan yang lebih bagus di bandingkan tumbuhan biasa.

Tapi bioteknologi gak selalu menggunakan teknologi canggih, loh, temen-temen. Dari jaman dulu kala, prinsip bioteknologi ini udah digunakan oleh manusia. Dengan prinsip ini, kita bisa menikmati tempe atau yoghurt. Tempe yang kita makan sehari-hari itu di buat dari hasil fermentasi kacang kedelai dengan bantuan jamur Rhizopus oligosporus. Bahan pembuatan tempe ini biasanya di sebut dengan ragi tempe. Nah, kalau pada yoghurt, susu di fermentasikan dengan bakteri yang bernama Lactobacillus bulgaricus. Selain dalam hal pangan,sselain itu juga berguna dalam bidang jasa. Misalnya dalam proses pengolahan limbah, pemisahan logam, dan pemberantasan hama.

Tapi, gimana, ya, caranya membedakan produk hasil bioteknologi dan yang bukan? Kita bisa membedakannya melalui ciri-ciri khas produknya. Apa aja itu? Yuk, kita pelajari lebih dalam.

Ciri-ciri Bioteknologi

Secara umum ciri – ciri bioteknologi sebagai berikut.

  • Terdapat mikroorganisme dengan ciri tertentu dan bisa memproduksi enzim yang berperan sebagai biokatalisator.
  • Adanya periode atau mekanisme  tertentu untuk memanfaatkan mikroorganisme (sebagai gen) secara teknologi.
  • Didapatkannya produk yang memiliki nilai tambah serta bermanfaat khususnya kepentingan manusia, baik yang berupa pangan, obat-obatan, reproduksi, pemecahan masalah sampah, dsb.

Jenis- jenis Bioteknologi

  • Bioteknologi Konvensional

Bioteknologi konvensional di sebut juga bioteknologitradisional. Jenis ini menggunakan teknik dan peralatan sederhana. Bioteknologi konvensional belum menggunakan rekayasa genetika. Jika pun ada, rekayasa yang di lakukan bersifat sederhana dan perubahan bahan genetika yang di hasilkan tidak tepat sasaran.

  • Bioteknologi Modern

Berbeda dengan biokteknologi konvensional, jenis ini di lakukan dengan memanfaatkan agen hayati atau bagian-bagiannya yang telah direkayasa secara in vitro (dalam peralatan buatan) untuk menghasilkan barang dan jasa pada skala industri.

Wah, ternyata banyak sekali ya yang bisa di pelajari dari bioteknologi. Hayo, siapa di antara kalian yang ingin memperdalam ilmu di bidang bioteknologi? Semangat belajarnya, ya! Supaya belajarnya makin asyik, yuk belajar di Marvin Bimbel bersama sobat marvin lain dan tentor tentor profesional Marvin! Kuy.

Tinggalkan sebuah komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *