Mengenal Virus Lebih Jauh │ Kelas 10 IPA

Mendengar kata “virus” kita akan mengaitkannya dengan penyakit. Memang benar hampir semua virus menimbulkan penyakit, mulai dari yang ringan, seperti flu sampai yang mematikan seperti ebola, AIDS, SARS, dan juga COVID-19. Pernahkah kalian berpikir bahwa tampaknya semakin banyak penyakit ‘baru” yang ditimbulkan oleh jenis virus “baru”? bagaimanakah virus yang awalnya menimbulkan penyakit hanya pada hewan, kemudian dapat menimbulkan penyakit pada manusia, seperti yang terjadi pada avian influenza (flu burung). Banyak dari kalian pasti yang takit pada virus. Beberapa peneliti belum mengetahui virus termasuk dalam kategori makhluk hidup ataupun benda mati. Sebagian peneliti lain menganggap virus merupakan peralihan antara makhluk hidup dan mati. 

Pada bulan Desember 2019 lalu, dunia dihebohkan dengan munculnya kasus infeksi Novel Coronavirus yang terjadi di Kota Wuhan, Provinsi Hubei, Tiongkok. Kasus ini kali pertama dilaporkan oleh seorang dokter bernama Li Wenliang dari rumah sakit pusat Wuhan. Dilansir dari laman https://www.cnnindonesia.com sampai tanggal 13 Februari 2020diketahui korban meninggal akibat infeksi virus ini di Tiongkok berjumlah 1.114 orang. Sementara itu,1 orang korban meninggal berada di luar Tiongkok. Apa sebenarnya virus itu? Bagaimana virus dapat menyebar dan menginfeksi manusia? Indonesia sendiri dengan adanya pandemi coronavirus negara kita harus melaksanakan bebrapa kebijakan daruruat yang salah satu dampak yang kita rasakan adalah sekolah daring yang hampir 1 tahun ajaran ini.

Badan Kesehatan Dunia WHO (World Health Organization) kini tidak lagi menyebut virus yang merebak di Tiongkok tersebut sebagai virus corona baru (Novel Coronavirus/nCov). Pemimpin WHO di Jenewa mengumumkan nama resmi tersebut adalah Coronavirus Disease 2019, atau disingkat COVID-19. COVID-19 masih satu keluarga dengan Coronavirus penyebab penyakit SARS dan MERS. Seseorang yang terjangkit virus ini akan mengalamigejala seperti demam, batuk, dan sesak napas. Gejala lebih lanjut dapat menyebabkan pneumonia hingga kematian. Hal ini menunjukkan bahwa virus memberikan dampak besar dalam terjadinya penyakit. Apa sajakah ciri-ciri virus? Bagaimana struktur tubuh virus? Ayo simak penjelasan berikut agar dapat mengetahui jawabnnya!

Siapakah Virus ?

Virus memiliki struktur tubuh yang tergolong sangat sederhana karena tidak terbuat dari sel, melainkan membutuhkan sel inang sebagai rumah untuk bertahan hidup. Di dalam sel inang ini, virus dapat hidup dan aktif. Sebaliknya, jika aku tidak mempunyai sel inang maka virus hanya akan diam. Seperti mati dan tidak aktif. Virus memiliki diameter sekitar 20-300 nanometer (nm) dan panjang 20-14 ribu nanometer. 1 nanometer = 0,000001 mm. Kecil banget, kan?

Diameter tubuh virus bahkan bisa lebih tipis dari rambut kamu, lho. Ukuran virus yang sangat kecil sehingga untuk melihatnya memerlukan bantuan mikroskop elketron. Virus terdiri atas beberapa bagian dan memiliki berbagai bentuk. Ada yang seperti bola (isometric), oval, batang, jarum, tangkai memanjang/filamen, berbentuk menyerupai huruf T, bahkan ada yang bentuknya seperti berudu katak. Sama seperti kamu manusia yang punya fisik berbeda-beda. Tetapi, untuk memudahkan indentifikasinya, para manusia membagi kami menjadi beberapa. Seperti berikut: 

Struktur-struktur virus

Nah, supaya kamu bisa lebih jelas mengenalku, minvin akan jelasin struktur virus yang paling kanan ya. Itu adalah virus bakteriofag. Atau sederhananya, virus yang menyerang para bakteri. Kira-kira seperti ini struktur tubuhnya:

Struktur tubuh virus. Sumber: http://pustaka.pandani.web.id

Secara sederhana, bagian tubuh virus terdiri dari kepala, leher dan ekor. Masing-masing bagian ini mempunyai fungsinya sendiri. Hayo, kira-kira apa saja ya? Apakah sama seperti kamu?

Kepala Virus

Pada bagian kepala terdiri dari asam nukleat (DNA dan RNA) dan di selubungi oleh kapsid. Nah, apa, sih, kapsid itu? Kapsid adalah selubung yang berupa protein dan terdiri dari satu unit protein yang di sebut dengan kapsomer. Kapsid ini juga berfungsi sebagai pemberi bentuk bagi virus, melindungi asam nukleat yang ada di dalam diriku dari kerusakan, serta menyediakan protein enzim agar aku mampu menembus membran sel inang saat melakukan infeksi. Kepala virus berbentuk polihedral (segi banyak).

Leher Virus

Leher merupakan tempat yang menyambungkan antara bagian kepala dan bagian ekor. Eits, jangan salah. Eits, tidak semua virus punya leher, lho. Hanya virus kompleks saja yang punya. Fungsinya? Tentu untuk menyangga kepala. Mungkin mirip dengan leher kamu ya, Sobat.

Ekor Virus

Ekor virus salah satu bagian terpenting, karena, bagian inilah yang akan menancap ke pada tubuh inang yang nantinya aku gunakan sebagai rumah. Bagian ini berbentuk seperti tabung yang di lengkap serabut-serabut. Jadi, kamu harus berhati-hati dengan ekorku, ya. Ekor berfungsi untuk melekatkan diri dan menginfeksi sel yang di serang virus. Bagian ini memiliki struktur tambahan berupa selubung ekor, lempengan dasar, dan serabut ekor.

Klasifikasi Virus

Replikasi Virus

Secara garis besar, virus meyebar melalui dua daur, yaitu daur litik (siklus litik) dan daur lisogenik (siklus lisogenik). Pada artikel kali ini, RG Squad dapat lebih memahami salah satu daur penyebaran virus. Yuk, simak baik-baik bagaimana virus menular melalui siklus litik!

Daur litik (siklus litik)

Daur litik adalah siklus reproduksi atau replikasi genom virus, yang pada akhirnya akan menyebabkan kematian bagi sel inang tempat virus hidup. Virus hanya dapat melakukan replikasi pada siklus ini atau dengan kata lain di sebut dengan virus virulen.

Daur Lisogenik

Dalam dua tahap pertama perkembangbiakan virus, yaitu tahap absorbsi dan penetrasi, daur litik dan daur lisogenik melalui tahap yang sama. Dimana tahap absorbsi terjadi ketika virus menempel pada dinding sel inang dan dalam tahap penetrasi, virus memasukkan materi genetik kedalam tubuh inang.

Nah, Tahap yang membedakan daur litik dan daur lisogenik adalah tahap penggabungan dan fase pembelahan. Tahap penggabungan terjadi ketika inang yang virus tempati cukup kuat sehingga virus tidak bisa mengambil alih kendali. Jadi, materi genetik dari virus akan bergabung dengan materi genetik inang dan membentuk profage.

Mudah bukan, memahami proses semua hal terkait virus? Jika kamu ingin belajar lebih lanjut, Kamu bisa join class di marvin bimbel dan kamu bisa dapat modul belajar lengkap dengan keynote keynote menarik di dalamnya sehingga lebih mudah dalam memahami materi kamu lho!

Tinggalkan sebuah komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *