Peranan Senyawa Hidrokarbon dalam Pematangan Buah │Kelas 11 IPA

Halo sobat marvin.. sedang musim buah apa di tempat kalian saat ini?

Adakah dari kalian yang tidak menyukai buah satupun? Minvin yakin kalian semua pasti ada minimal satu buah yang kalian sukai. Tidak ada hal yang lebih baik daripada menikmati buah kesukaan kita saat sedang musimnya sudah tiba. Buah yang matang menghadirkan rasa, tekstur, dan aroma buah-buahan yang membangkitkan selera kita.

Bayangkan jika sobat marvin makan buah yang belum matang, pasti kita mendapatkan pengalaman yang berbeda saat memakannya. Daging yang keras, rasa yang hambar atau bahkan pahit biasanya dikaitkan dengan buah yang tidak matang. Namun, buah-buahan tertentu setelah matang justru cenderung cepat busuk dan rasanya yang sudah tidak lagi enak. Teman-teman juga pasti pernah mengalami buah yang busuk satu atau dua kali. Sebenarnya bagaimana proses buah bisa matang, ya? Cari tahu, yuk!

Cek juga : Buah matang alami vs buatan

Ternyata, pematangan buah dipengaruhi oleh suatu hormon yang terbentuk dari proses metabolisme tumbuhan itu sendiri, sobat, yaitu hormon etilen. Hormon etilen merupakan satu-satunya zat pada tanaman yang berbentuk gas, sehingga hormon ini juga biasa disebut dengan gas etilen. Selain itu, karena bentuknya yang seperti gas, menyebabkan etilen mudah sekali untuk menguap. Saat ini, gas etilen sudah banyak diproduksi dalam bentuk kemasan lho dan banyak digunakan oleh para petani untuk membantu dalam pematangan buah.

Senyawa Hidrokarbon?

Perlu sobat marvin ketahui, etilen termasuk jenis senyawa hidrokarbon tak jenuh karena strukturnya terdiri dari unsur atom karbon (C) dan atom hidrogen (H) yang dihubungkan oleh suatu ikatan rangkap. Jumlah atom karbon etilen sebanyak dua buah dan jumlah atom hidrogennya sebanyak empat buah, sehingga etilen memiliki rumus molekul C2H2 dengan nama IUPAC (International Union of Pure and Applied Chemistry) nya, yaitu etena. Sementara itu, etena atau etilena merupakan senyawa alkena yang paling sederhana. Nah dalam senyawa karbon bukan hanya ada alkena akan tetapi ada senyawa hidrokarbon jenuh yang memiliki ikatan kovalen tunggal (Alkana) dan senyawa hidrokarbon yang tak jenuh  dengan ikatan kovalen rangkap tiga (Alkuna).  Untuk lebih jelasnya yuk simak penjelasan minvin di bawah.

Cek juga : Zat Kimia Pembentuk Warna – Warni Kembang Api │Kelas 12 IPA

1. Alkana

Tata nama Alkana
  • Rantai Lurus (Tidak Bercabang)

Penamaan Alkana di beri nama sesuai jumlah atom C-nya dan di beri awalan n- (n=normal, tidak bercabang)

  • Rantai Bercabang

Jika Alkana memiliki rantai samping maka penamaannya mengikuti aturan sebagai berikut.

  1. Rantai terpanjang merupakan rantai utama.
  2. Rantai utama di beri nomor mulai dari ujung rantai yang memiliki substituen.
  3. Urutan penulisan nama : Nomor cabang, nama cabang, nama alkana rantai utama.
  4. Jika terdapat gugus metil pada atom C nomor 2, nama alkana di beri awalan iso.
Isomer Alkana
Sifat – Sifat Alkana
  • Alkana merupakan senyawa nonpolar
  • Bentuk alkana rantai lurus pada suhu kamar berbeda-beda
  • Semakin banyak jumlah atom karbon, semakin tinggi titik didihnya
  • Adanya rantai cabang pada senyawa alkana menurunkan titik didihnya
  • Larut dalam pelarut nonpolar atau sedikit polar (dietil eter atau benzena)
  • Alkana lebih ringan dari air
  • Alkana dan sikloalkana tidak reaktif
  • Dapat bereaksi dengan halogen, salah satu atom H di ganti oleh halogen
  • Alkana dapat di bakar sempurna menghasilkan CO2 dan H2O

2. Alkena

Tata nama Alkena
  • Alkena rantai lurus

Atom karbon yang berikatan rangkap (C=C) di beri nomor yang menunjukkan ikatan rangkap tersebut. Penomoran di mulai dari ujung rantai yang paling dekat dengan ikatan rangkap.

  • Alkena dengan rantai bercabang
  1. rantai utama yaitu rantai yang terpanjang dan mengandung ikatan rangkap
  2. penomoran rantai utama di awali dari yang paling dekat dengan ikatan rangkap, bukan cabang yang terdekat.
  3. Urutan penulisan nama : Nomor cabang, nama cabang, nomor ikatan rangkap, nama alkena.
  • Alkena dengan lebih dari satuikatan rangkap

Jika alkena memiliki lebih dari satu ikatan rangkap, namanya di beri tambahan diena (untuk dua ikatan rangkap) atau triena (untuk tiga ikatan rangkap)

Isomer Alkena
  1. Terjadi jika dua atau lebih senyawa alkena mempunyai rumus molekul sama, tetapi letak ikatan rangkap dua berbeda
  2. Isomer Kerangka terjadi jika dua atau lebih senyawa alkena mempunyai rumus molekul sama, tetapi rumus struktur berbeda.
  3. Isomer Geometri menjadikan ikatan rangkap sebagai sumbu. Syarat isomer geometri yaitu atom C yang berikatan rangkap harus mengikat dua gugus atom yang berlainan.
Sifat Alkena
  1. Alkena memiliki sifat fisika yang sama dengan alkana. perbedaannya yaitu alkena sedikit larut dalam air
  2. Oksidasi oksidasi alkena juga akan menghasilkan CO2 dan H2O
  3. Pada adisi alkena, ikatan rangkap berubah menjadi ikatan tunggal
  4. Reaksi adisi oleh halogen akan memutus rantai rangkap alkena membentuk alkana
  5. Adisi dengan asam halida akan memutus ikatan rangkap pada alkena menjadi alkana dengan mengikuti aturan Markovnikof

3. Alkuna

Tata nama alkena

Aturan pemberian nama alkuna sama dengan alkena hanya di akhiri -una.

Isomer alkuna

Alkuna tidak memiliki isomer geometri. lkuna paling rendah yang memiliki isomer yaitu Butuna (C4H6).

Sifat Alkuna
  1. Sifat fisika alkuna sama dengan alkana dan alkena, sedikit larut dalam air
  2. Alkuna jika di bakar sempurna akan menghasilkan CO2 dan H2O
  3. Alkuna mengalami dua kali adisi oleh H2 untuk menghasilkan alkana
  4. Adisi dengan asam halida mengikuti aturan Markovnikof sebagaimana pada alkena

Nah begitulah penjelasan dari minvin mengenai senyawa hidrokarbon. Belajar akan menjadi lebih asyik dan bersemangat ketika kita mengetahu apasih peranan peranan kimia atau misal hal lain yang kita pelajari dalam kehgidupan sehari-hari kita. Nah, kalau kamu mau belajar asyik dan mudah dalam memahami materi kalian bisa dibantu dengan tentor tentor keren di Marvin Bimbel dengan bergabung menjadi siswa marvin yaa. yuk buruan bergabung.

Tinggalkan sebuah komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

2 pemikiran di “Peranan Senyawa Hidrokarbon dalam Pematangan Buah │Kelas 11 IPA”