Zat Kimia Pembentuk Warna – Warni Kembang Api │Kelas 12 IPA

Halo sobat marvin. Apa resolusi kalian di tahun 2020 yang sudah terealisasi. Berapa pun resolusi kalian di tahun 2020 yang belum terealisasi, tetap semangat dan jangan lupa bersyukur. Tahun 2020 mungkin menjadi tahun yang cukup menguras energi untuk kita semua mengingat sepanjang 2020 kita diuji dengan adanya pandemi yang menjadi ruang gerak kita terbatas. Stay safe and healthy ya sobat. Tanpa terasa saat ini kita sudah berada di penghujung tahun 2020 ya. Bagi banyak orang pergantian tahun menjadi momen yang luar biasa bagi mereka. Mulai dari yang makan makan bersama keluarga, ada yang sekedar ngobrol ngobrol santai dengan ditemani snack atau bahkan pergi kepusat kota untuk menyaksikan warna – warni kembang api.

Dengan semangat baru dan perbaikan dalam diri tentunya mereka merayakan dan menyambut tahun baru dengan gembira dan suka cita bersama orang – orang terdekat. Penyambutan tahun baru 2021 ini mungkin akan berbeda dengan tahun – tahun sebelumnya, mengingat kondisi di Indonesia yang masih dalam masa pandemi. Meskipun begitu, tetap semangat ya sobat. Mari kita susun resolusi tahun 2021 dan melanjutkan resolusi 2020 yang belum terealisasi. Oke sobat minvin boleh dong sedikit flashback budaya rutinan kita di tahun baru. Kalo kalian apa sih momen yang kalian rindukan dari penyambutan tahun baru. Kalo minvin sih bakal rindu quality time dengan keluarga ataupun dengan teman teman dekat menikmati malam tahun baru dengan menyaksikan warna – warni kembang api.

Kembang api dalam Ilmu Kimia

Kembang api sangat identik dengan perayaan pergantian tahun. Walaupun sering di larang penggunaannya. Ledakan kembang api biasanya jadi penanda di malam 31 Desember menuju 1 Januari. Namun, tahukah kamu? mengapa ledakan kembang api terlihat indah?

Menurut American Chemical Society (ACA), pada setiap kembang api terdapat bubuk mesiu dan ratusan bintang atau sering di sebut “stars” kecil berukuran tiga sampai empat sentimeter. “Bintang” tersebut mengandung bahan-bahan kimia berupa zat pengoksida, pengikat, dan logam oksida yang memberi warna pada kembang api. Oh iya, dalam stars itu ada zat pengoksidasi, bahan pengikat, bahan peledak, dan juga garam logam atau oksida logam. Zat pengoksida yang sering di gunakan adalah garam perklorat atau nitrat, yang dapat melepas oksigen dan api pada kembang api. Sedangkan untuk mendapatkan warna-warni yang indah saat meledak di atas, ahli kembang api menambahkan garam logam.

Setiap kembang api pasti punya sumbu. Sumbu itu terhubung ke pemantik utama yang ketika panas akan melontarkan aerial shell. Saat sumbu kembang api di nyalakan dan bubuk mesiu terbakar, tak lama cangkang udara akan meledak. Hal ini membuat “bintang” kecil di dalam cangkang itu menyebar ke atas dan memancarkan cahaya berwarna yang indah. Hal ini karena ketika terpapar api, bahan bakar dan zat pengoksidasi “bintang” menghasilkan panas yang sangat cepat dan mengaktifkan logam yang mengandung pewarna. Saat dipanaskan, atom dalam senyawa logam menyerap energi sehingga menyebabkan elektron menata ulang dari tingkat energi terendah ke tingkat yang lebih tinggi. Ketika elektron anjlok kembali ke tingkat energi yang lebih rendah, kelebihan energi akan dipancarkan sebagai cahaya. Setiap elemen kimia melepaskan sejumlah energi berbeda dan energi itulah yang menentukan warna atau panjang gelombang cahaya yang dipancarkan.

Di balik warna-warni Firework

Nah sobat perlu kalian ketahui, warna-warna yang muncul dan tersebar di langit sampai membentuk kembang api itu, adalah hasil dari campuran bahan kimia dalam stars. Garam logam yang menjadi sumber dari warna-warni kembang api, bisa di lihat di tabel periodik golongan IIA. Coba kalian ingat ingat kira kira apa saja unsur yang terletak dalam golongan IIA.

Sumber : https://sainskimia.com/

Cek Selengkapnya di : Ilmu Kimia dalam Warna Kembang Api

Menurut ahli kimia John Conkling, kembang api telah ada selama ratusan tahun. “Dan selama berabada-abad para ahli yang di kenal sebagai ahli kimia pyrotechnic telah mengembangkan kombinasi bahan kimia yang tidak hanya bisa menghasilkan visual menakjubkan lewat bentuk dan warna, tapi yang stabil dan aman di gunakan,” kata Conkling yang juga seorang pakar kembang api di Washington College di Maryland, negara bagian AS.

Warna kembang api berdasarkan logam yang di kandungnya.

Merah  : Garam Stronsium (stronsium nitrat, stronsium karbonat, stronsium sulfat)

Oranye : Garam Kalsium (kalsium karbonat, kalsium klorida, kalsium sulfat)

Kuning : Garam Sodium (sodium nitrat, sodium oksalat, kriolit)

Hijau    : Garam Barium (barium nitrat, barium karbonat, barium klorida, barium klorat)

Biru      : Garam Tembaga (tembaga (I) klorida, tembaga karbonat, tembaga oksida)

Ungu    : Campuran Tembaga dan Stronsium

Silver   : Campuran Magnesium dan Aluminium

Putih    : Logam Bakar (Aluminium, Magnesium, Titanium)

Meledak Berkali-Kali dan Berwarna-Warni

Kembang api biasanya tidak meledak sekali, tetapi berkali-kali. Setiap ledakan menghasilkan percikan api dengan warna cahaya yang berbeda-beda. Untuk membuat kembang api semacam itu, kembang api di buat berlapis-lapis. Misalnya, bahan peledak yang di campur dengan bahan pewarna biru di lapisi dengan bahan peledak yang di campur dengan bahan pewarna merah. Lalu di lapisi lagi dengan  bahan peledak yang di campur dengan bahan pewarna kuning. Begitu seterusnya sampai berlapis-lapis.

Kembang api yang berlapis-lapis itu ketika sumbunya di bakar, maka lapisan terluar akan meledak. Ledakannya akan membakar sumbu di lapisan kedua. Begitu seterusnya sampai semua lapisan habis. Ada juga satu buah kembang api besar berisi macam-macam kembang api aneka warna. Kembang api seperti ini, ketika meledak menghasilkan jurai-jurai cahaya yang beraneka warna.

Baca Juga : Teknologi Ramah Lingkungan│Kelas 9

Oke sobat gimana, faham kan? Begitulah proses yang terjadi di balik kemeriahan firework. Menarik, bukan? Sekarang, apabila teman-teman sedang menonton kembang api, sudah mengerti dong proses di balik warna-warni ledakan kembang api tersebut dan bisa menjelaskannya ke teman-teman yang lain. Selain itu juga masih banyak sekali momen momen di sekitar kita yang berkaitan dengan materi materi yang kita pelajari di sekolah. Untuk itu yuk gabung dengan marvin bimbel agar bisa mendapatkan penjelasan – penjelasan detail dari tentor tentor profesional Marvin Bimbel. Dan jangan lupa stay tune bersama minvin buat mengulas kilas materi pembelajaran di sekolah ya.

Tinggalkan sebuah komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

3 pemikiran di “Zat Kimia Pembentuk Warna – Warni Kembang Api │Kelas 12 IPA”