Asesmen Nasional sebagai pengganti Ujian Nasional 2021. Apa itu Asesmen Nasional?

Ujian Nasional Dihapus?

Polemik terkait ujian nasional yang menuai kontroversi berakhir sudah. Pemerintah melalui Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Nadiem Makarim sudah resmi menghentikan pelaksanaan ujian nasional mulai tahun 2021. Meski demikian, pemerintah juga sudah menyiapkan skema atau syarat bagi para siswa sebagai pengganti pelaksaan ujian nasinoal. Kebijakan penghapusan Ujian Nasional (UN) sempat menuai pro dan kontra. Namun tampaknya, keputusan atas kebijakan tersebut telah mencapai babak final. Disampaikan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan ( Mendikbud ), Ujian Nasional (UN) pada tahun depan atau 2021 akan di hapuskan dan sebagai gantinya akan di berlakukan Asesmen Nasional.

Pastinya kabar tentang di hapusnya Ujian Nasional di tahun 2020, dan akan di ganti pada tahun 2021, sudah di ketahui oleh sobat marvin semua kan? Tapi, sudah tahukah kamu seperti apa ujian pengganti UN yang sudah kita kenal selama lebih dari 10 tahun ini? Untuk menjawab pertanyaan kamu, simak penjelasannya di minvin di bawah ini.

BACA JUGA : Tahun 2021, Ujian Nasional Diganti Asesmen Kompetensi dan Survei Karakter

Kenapa UN Diganti dengan Asesmen Nasional?

Terdapat tiga alasan UN perlu di ganti dengan kedua pola penilaian tersebut. UN di nilai terlalu fokus pada kemampuan menghafal dan membebani siswa, orang tua, serta guru. Selain itu, UN juga di nilai tidak menyentuh kemampuan pengembangan kognitif dan karakter siswa. Dalam menilai aspek kognitif UN dirasa belum mantap. Karena bukan kognitif yang dites, tapi aspek memori. Memori dan kognitif adalah dua hal yang berbeda. Bahkan tidak menyentuh karakter, values dari anak tersebut.

Apa itu Asesmen Nasional?

Yap Asesmen Nasional di sebut sebut sebagai pengganti Ujian Nasional. Mendikbud Nadiem Makarim menjelaskan Asesmen Nasional tidak hanya di rancang sebagai pengganti Ujian Nasional, tapi juga sebagai penanda perubahan paradigma evaluasi pendidikan. Ada tiga aspek yang masuk dalam evaluasi Asesmen Nasional yang akan di terapkan pada tahun 2021. Nadiem menjelaskan, adapun aspek yang masuk dalam Asesmen Nasional tersebut di antaranya yakni Asesmen Kompetensi Minimum (AKM), Survei Karakter, dan Survei Lingkungan Kerja.

AKM?

Menurut Nadiem, AKM di rancang untuk mengukur tingkat pencapaian siswa dari segi numerasi dan literasi. Literasi yang di maksudkan di sini bukan sekedar kemampuan membaca, tapi juga kemampuan menganalisis suatu bacaan serta kemampuan untuk mengerti atau memahami konsep di balik tulisan tersebut. Sedangkan numerasi adalah kemampuan menganalisis menggunakan angka. Serta menekankan literasi dan numerasi bukan tentang mata pelajaran bahasa atau matematika, melainkan kemampuan murid agar dapat menggunakan konsep literasi ini untuk menganalisa sebuah materi. AKM merupakan salah satu gebrakan yang di lakukan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim melalui program Merdeka Belajar. Menurut Nadiem, AKM dapat menjadi penilaian yang lebih komprehensif untuk mengukur kemampuan minimal siswa. Soal numerasi pada AKM bukan lagi soal matematika yang identik dengan angka-angka dan rumus. Melainkan bagaimana menyelesaikan persoalan dengan nalar matematika. Kompetensi Minimun merupakan kompetensi dasar yang di butuhkan murid untuk bisa belajar, apapun materinya dan apapun mata pelajarannya.

BACA JUGA : Merdeka Belajar

Survei Karakter

Kemudian, aspek kedua di tujukan untuk mengukur pencapaian siswa terhadap pembelajaran sosial-emosional. Survei Karakter di rancang untuk mengukur capaian peserta didik dari hasil belajar sosio-emosional berupa pilar karakter untuk mencetak profil Pelajar Pancasila. Ada enam indikator profil Pelajar Pancasila yaitu berakhlak mulia, kreativitas, gotong royong, kebhinekaan global, bernalar kritis dan kemandirian. Penilaian pada survei karakter, di rancang untuk mengukur capaian peserta didik berdasarkan hasil belajar sosial emosional, yang berupa pilar karakter untuk mencetak Profil Pelajar Pancasila.

Survei Lingkungan Kerja

Survei ini di gunakan untuk mengevaluasi dan memetakan aspek-aspek pendukung kualitas pembelajaran di lingkungan sekolah. Jadi, tidak hanya peserta didik saja nantinya yang akan di nilai, melainkan seluruh aspek yang mendukung pembelajaran juga. Dengan begitu, dapat dengan mulai mengevaluasi apa yang seharusnya dapat di tingkatkan, dan sejauh mana capaian yang sudah di lakukan.

Bagaimana sobat, sampai sini faham? Itu kurang lebih penjelasan tentang Asesmen   Nasional yang akan menggantikan Ujian Nasional. Oke minvin akan simpulkan apa sih perbedaan antara Ujian Nasional dengan Asesmen Nasional. Berikut simpulannya

Asesmen Nasional ini tidak lagi hanya berfokus pada mata pelajaran yang akan di ujikan di akhir nanti, melainkan, kamu bisa melakukan eksplorasi lebih luas untuk bisa mencapai hasil yang di harapkan dalam Asesmen Nasional. Pemerintah mengajak semua para pemangku kepentingan untuk bersiap dalam mendukung pelaksanaan Asesmen Nasional mulai tahun 2021 sebagai bagian dari upaya peningkatan kualitas pendidikan Indonesia. Maka dari itu, Kalian para sobat marvin sebagai generasi penerus bangsa penting bagi kamu mulai belajar tidak hanya sekedar menjawab soal dan menghafalkan teori saja. Melainkan mulai mempelajari konsep dasar pemikiran, sering membaca buku, sering melakukan observasi dalam kehidupan sehari-hari, dan juga aktif berdiskusi dengan guru di sekolah, teman di sekolah, teman bermain, keluarga di rumah, atau dengan tentor Marvin Bimbel.

Tinggalkan sebuah komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

3 pemikiran di “Asesmen Nasional sebagai pengganti Ujian Nasional 2021. Apa itu Asesmen Nasional?”