Gelombang Stasioner │ Kelas 11 IPA

Bagaimana bisa ada sinyal?

WHO pada tanggal 11 Maret 2020 menetapkan wabah Corona Virus Disease 2019 (COVID-19)  ini sebagai pandemi global. Di Indonesia sendiri, di berlakukan kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) untuk menekan penyebaran virus ini. Masa pandemi seperti ini bukan hanya berimbas pada sektor ekonomi, akan tetapi juga berpengaruh pada sektor pendidikan. Beberapa waktu yang lalu bereder video yang memperlihatkan anak usia dini yang menangis dan mengaku merindukan teman – teman sekolahnya. Kondisi tersebut terjadi karena Pendidikan di Indonesia saat ini masih secara daring. Yap Sobat Marvin pasti juga mengalami kan? Daring sendiri memiliki kepanjangan ‘dalam jaringan’ atau Online. Sistem pembelajaran daring (dalam jaringan) merupakan sistem pembelajaran tanpa tatap muka secara langsung antara guru dan siswa tetapi di lakukan melalui online yang menggunakan jaringan internet atau sering kita sebut sinyal? Nah sobat, sudah kah kalian tau bagaimana proses terbentuknya sinyal? Oke sobat kita simak penjelasan minvin berikut ya.

BACA JUGA : Merdeka Belajar

Jaringan wireless adalah jaringan nirkabel menggunakan gelombang radio, seperti ponsel, televisi dan radio. Bahkan, komunikasi melalui jaringan wireless sangat mirip dengan komunikasi radio dua arah. Tower pemancar radio merupakan suatu menara tinggi yang terbuat dari susunan rangkaian besi kira-kira setinggi 40 m dan berfungsi untuk menguatkan sinyal. Caranya dengan meletakkan antena dan pemancar radio sebagai pemancar dan penerima gelombong informasi dan telekomunikasi. Apabila dari stasiun pemancar ini dikirim ke stasiun pemancar yang lain akan terjadi pemantulan dan superposisi gelombang. Pemantulan dan superposisi gelombang pada sinyal merupakan salah satu contoh penerapan konsep dari gelombang stasioner. Apa itu gelombang stasioner, yuk sobat scroll terus ya.

Gelombang Stasioner

Gelombang stasioner adalah hasil perpaduan dua buah gelombang yang amplitudonya selalu berubah. Artinya, tidak semua titik yang di lalui gelombang ini memiliki amplitudonya sama. Saat membahas gelombang stasioner, Sobat Marvin akan bertemu dengan istilah perut dan simpul. Perut adalah titik amplitudo maksimum, sedangkan simpul adalah titik amplitudo minimum. Gelombang stasioner di bedakan menjadi dua, yaitu sebagai berikut.

Nah Sobat, sekarang kamu sudah paham kan apa itu gelombang stasioner? Beda antara pemantulan gelombang ujung terikat dan pemantulan gelombang ujung bebas. Kalau kamu masih belum puas dengan penjelasan tentang materi ini, kamu bisa pelajari dengan mengikuti program bimbingan di MarvinBimbel. Di sana kamu bisa belajar dengan tentor-tentor yang asik dan keren!

Tinggalkan sebuah komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

3 pemikiran di “Gelombang Stasioner │ Kelas 11 IPA”