Teknologi Ramah Lingkungan│Kelas 9

Halo sobat sudahkah kalian tau kalau saat ini penggunaan kantong plastik mulai dikurangi? Kalian sendiri pernah tidak mendengar istilah Teknologi Ramah Lingkungan? ~

Hari minggu kali ini menjadi hari bersemangat bagi Vina. Bukan karena bisa ‘rebahan’ di rumah sampai bosan akan tetapi karena pagi ini ia bisa ikut Ibu untuk berbelanja di Supermarket dekat rumahnya. Hari ini Ibu dan Vina berniat untuk membeli kebutuhan kebutuhan bulanan keluarga. Namun ada yang berbeda hari ini. Ibu meminta Vina untuk mengambil beberapa “goodie bag” yang mereka simpan di gudang.

Seusai mengambil “Goodie bag” di gudang ia bertanya dengan Ibunya karena merasa bingung.

“Bu, buat apa goodie bag ini?

“Lho vin kamu ini bagaimana, kaum milineal kok endak up to date”

“up to date apa to bu?

“perlu kamu tau ya vin, sekarang kita kalau belanja harus bawa goodie bag karena di beberapa kota mulai melarang penggunaan kantong plastik.

BACA JUGA : Makanan yang tidak baik untuk kesehatan otak

Kenapa plastik dilarang?

Nah sobat betul banget tuh. Beberapa kota di Indonesia mulai melakukan diet plastik dalam artian masyarakatnya mulai mengurangi penggunaan kantong plastik sekali pakai. Kira kira taukah kalian kenapa kantong plastik sekali pakai sekarang mulai di kurangi penggunaannya.

Yap betul sekali. jadi kenapa kantong plastik mulai nggak boleh digunakan, karena negara kita ini jadi penyumbang sampah plastik terbesar ke dua di dunia, setelah Cina. Waw nggak percaya? Ini mivin kasih bukti deh…

5 Negara pemasok sampah platik Terbanyak di laut.

Gimana sobat sekarang percaya kan? Ayo coba deh kita flashback sebentar. Tahun 2018 lalu, Indonesia di gemparkan dengan penemuan seekor Paus jenis Sperm Whale (Physeter macrocephalus) di perairan Wakatobi, Sulawesi Tenggara. Mamalia tersebut di temukan dengan kondisi badan telah membusuk. Setelah warga berinisiatif membelah perut si Paus, di temukan fakta yang sangat mengerikan. Di dalam organ pencernaan hewan tersebut terisi banyak sampah plastik yakni sekitar 5,9 Kilogram.

sumber : greeners.co

Cek selengkapnya di Paus ditemukan mati dengan 59 kilogram sampah plastik di lambungnya

Bagaimana kondisi lingkungan Indonesia ?

Selain itu banyak kan pemberitaan tentang lautan kita yang mulai tercemar, di tambah lagi kamu tahu sendiri kan gimana kondisi sungai-sungai di kota besar? Kotor banget, isinya sampah plastik semua.

FYI, kalian perlu tau nih sobat, Berdasarkan temuan Ocean Conservancy, 28% ikan-ikan di Indonesia mengandung plastik. Waduh selama ini kita konsumsi ikan yang mengandung plastik nih. Serem kan? Kita yang membuang sampah dan kita juga yang merasakan imbasnya.

Oh iya sobat, pernah tidak terlintas di pikiran kalian berapa lama waktu yang di butuhkan agar plastik bisa terurai? Okay buat kalian yang belum tau, mimin kasih tau ya, Para pakar memperkirakan setidaknya di butuhkan waktu selama 500 tahun hingga 1.000 tahun untuk terjadinya penguraian. Berdasarkan data dari Pemerintah Kota Ontario, Kanada, plastik yang di biarkan di dalam tanah akan terurai dalam kurun waktu 100-500 tahun. 

Nah kalau sudah tau lengkap kronologinya begitu, kira kira siapa yang harus tanggung jawab? Jelas kita dong sobat… Selain itu kita sebagai penghuni bumi juga perlu membantu bumi, dong. Salah satunya dengan penggunaan teknologi ramah lingkungan. Kamu pasti pernah dengar, deh.

Teknologi Ramah Lingkungan

Teknologi ramah lingkungan.

Pada dasarnya, teknologi ramah lingkungan itu menerapkan prinsip zero waste. Zero waste adalah istilah yang di gunakan dengan pelaksanaanya yang ramah lingkungan di harapkan mampu meminimalisir limbah. Hal tersebut di lakukan dengan strategi mencegah, mengurangi dan menghilangkan terbentuknya limbah sebagai bahan pencemar lingkungan atau dengan singkat kata “tidak meninggalkan limbah sama sekali”. Untuk mencapai kondisi yang ramah lingkungan terdapat upaya untuk melakukan efisiensi dalam proses produksi yang konsepnya telah di lakukan selama ini oleh affiliated company (affco) Astra, yaitu dengan di terapkannya prinsip – prinsip Refine, Reduce, Recycle, Recovery, dan Retrieve Energy.

Refine

Refine adalah penggunaan bahan atau proses yang lebih ramah lingkungan di bandingkan dengan bahan atau proses yang ada saat ini. Contoh : Bahan bakar kendaraan bermotor bensin di ganti dengan bahan bakar gas yang lebih kecil tingkat polusinya.

Reduce

Reduce atau mengurangi. Kurangilah penggunaan plastik semaksimal mungkin. Anda bisa mengganti berbagai penggunaan plastik dengan alternatif lain yang lebih ramah lingkungan. Misalnya dengan mengganti penggunaan sedotan plastik dengan sedotan besi atau bambu.

Reuse

Prinsip reuse adalah untuk memanfaatkan kembali plastik-plastik yang sudah di pakai untuk dipergunakan kembali. Cara paling mudah adalah dengan membawa botol minum sendiri di banding dengan menggunakan cup plastik. Selain itu pilih juga berbagai tas kain yang bisa di pakai berulang-ulang saat belanja. Sobat Marvin juga bisa membuat tas belanja sendiri dari bahan yang tak terpakai, misalnya dari kaus usang yang tak terpakai lagi.

Recycle

Recycle adalah menggunakan kembali limbah untuk proses yang sama.  Beberapa plastik kemasan bisa di daur ulang menjadi benda-benda lain yang bisa lebih berguna. Misalnya saja, bungkus kopi sachet yang bisa di daur ulang menjadi tas-tas cantik yang bisa di pakai berulang-ulang.

Recovery

Recovery adalah pemakaian material khusus dari limbah untuk diolah demi kepentingan yang lain. Dengan kata lain recovery juga bisa di artikan sebagai pengambilan kembali sebagian material penting dari limbah untuk pemanfaatan  ulang   di dalam   proses   atau   di manfaatkan  untuk keperluan lain. Misalnya, paku-paku yang di ambil dari limbah furnitur yang kemudian bisa di olah dan di gunakan kembali.

Retrieve Energy

Retrieve to Energy yaitu mengubah material sisa proses produksi untuk menghasilkan energi.Proses insinerasi sampah di tempat pembuangan akhir sampah merupakan contoh untuk program 6 R yang terakhir. Contoh : Potongan kulit/karet ex pabrik/cangkang pada industri palm oil digunakan sebagai bahan baku pemanas/boiler.

Nah sobat gimana pandangan kalian setelah mempelajari teknologi ramah lingkungan. Yuk kita bersama sama menjaga bumi. Mulai lah hal kecil dari diri sendiri. Kalau bukan sekarang kapan lagi, kalau bukan kita siapa lagi.

Oke, selesai sudah materi kita kali ini. Semoga bermanfaat, ya! Oh iya, kamu juga bisa belajar materi lain yang masih terkait dengan kondisi lingkungan dan bumi kita di Marvin Bimbel secara lengkap di loh! Di sana, kamu bakal diajarkan oleh para kakak – kakak tentor terbaik yang bikin kamu mudah paham terhadap materi. Semangat belajar, ya!

BACA JUGA : Tips Berprestasi di Sekolah

Tinggalkan sebuah komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

4 pemikiran di “Teknologi Ramah Lingkungan│Kelas 9”