Sistem Gerak Manusia│Kelas 8

Abang jago... sorry bang jago... ampun bang jago...

Sobat Marvin pasti sudah tidak asing dengan penggalan lirik tersebut dong. Yesss betul tik tok, si abang jago yang sedang viral di media sosial tik tok. Para sobat marvin milenial pasti lebih faham dan hafal. yaa kan?

Di era milenial sekarang, sobat marvin pasti sudah tidak asing lagi dengan aplikasi yang viral di media sosial. Kini aplikasi tiktok sudah memasuki hampir semua kalangan. Saat ini jelas sudah banyak yang ahli main tik tok atau bahkan sebagian dari sobat marvin pasti ada. Et tapi jangan sampai kecanduan dan jadi lupa belajar ya…

Pengembang Tik Tok sendiri mengklaim dapat melakukan pengenalan wajah dengan kecepatan tinggi yang akan di sugestikan pada fitur wajah menarik, seperti ekspresi imut, keren, konyol, dan memalukan. Pengguna Tik Tok akan di suguhkan dengan beberapa special effect yang akan menjadikan video-video pendek hasil tiktok menarik. Special effect Tik Tok yang beragam tersebut dapat di gunakan secara instan.

Baca juga : Sosmed? Sosial Media?

Tik Tok menyediakan musik background dari berbagai artis terkenal dengan berbagai kategori. Mulai dari DJ, Dance, R&B, Western, Cute, KKC, Addict, Populer, dan banyak lagi yang dapat membuat video memiliki alunan lagu untuk disesuaikan dengan situasi di video.

Konten apa sih yang kalian suka dari tiktok? Jelas banyak ragam konten di tiktok, mulai dari hiburan, lelucon, dance challenge, marketing bahkan edukasi pun ada. Kalau Minvin sih tim penonton, Minvin suka nonton konten edukasi dan dance dance challenge di tiktok. Setiap kali nonton orang orang di tiktok yang bisa gercep alias gerak cepat mengikuti irama, Minvin selalu heran ‘kok bisa ya’. Ya iyalah secara Minvin kan kalau senam aja fales apalagi dance. Tahukah kalian, kira kira kenapa manusia bisa gerak dengan leluasa seperti itu?  Yap betul karena dalam tubuh kita ada yang namanya Sistem Gerak. Yuk kita simak seperti apa sih sistem gerak pada manusia. Cek this out!

Sistem Gerak Manusia

Oke sobat marvin kurang lebih garis besar sistem gerak pada manusia seperti gambar di atas. Perlu kalian ketahui manusia bisa bergerak karena memiliki alat gerak aktif dan alat gerak pasif. Alat gerak pasif berupa tulang atau rangka, sedangkan alat gerak aktif berupa otot. Dalam sistem gerak manusia juga melibatkan persendian (sendi). Tahukah kalian kenapa tulang di sebut alat gerak pasif? nah tepat sekali, tulang di sebut alat gerak pasif karena tulang tidak dapat melakukan pergerakannya sendiri. Tulang juga sering di sebut Rangka lho. Tulang yang menyusun rangka manusia ada beberapa macamnya, Untuk memperdalam pemahaman sobat marvin yuk simak uraian berikut.

Macam-macam Tulang

Berdasarkan Bentuknya
  • Tulang pipa, di sebut tulang panjang, merupakan tulang yang berbentuk seperti tabung, memanjang dan berongga. Bagian ujung tulang berukuran lebih luas karena berfungsi untuk menghubungkan dengan tulang lainnya. Contoh tulang pipa dapat di temukan pada betis, paha, pengumpil, tulang ruas jari tangan, tulang selanka, tulang kering dan lengan atas.
  • Tulang pipih, merupakan tulang yang di bentuk oleh lempengan, pipih dan lebar. Tersusun atas dua buah lempengan yaitu tulang kompak dan spons di mana bagian dalamnya terdapat sumsum merah. Contoh tulang pipih dapat di temukan di bagian rusuk, tulang belikat, tulang dada dan tulang tengkorak.
  • Tulang pendek, tulang yang berbentuk kubus atau bulat. Berisi sumsum merah yang berfungsi sebagai pembentukan sel darah merah dan sel darah putih. Tulang ini dapat di temukan di ulang tempurung lutut, pergelangan tangan dan kaki.
  • Tulang tidak beraturan, tulang yang tidak memiliki bentuk spesifik. Contoh tulang tidak beraturan adalah tulang pinggul, tulang belakang, dan tulang penyusun wajah.
Berdasarkan Matriknya
NoTulang KompakTulang Spons
1Tidak memiliki celah atau matriks dalam rongga tulangnyaMemiliki matriks yang tidak padat atau rongga
2Terdapat sistem HaversTidak terdapat sistem Havers
3Dijumpai pada tulang pipaDijumpai pada tulang pipih dan tulang pendek
Berdasarkan Sifat Fisiknya
  • Tulang Rawan (Kartilago), memiliki banyak serat berkolagen yang tertanam dalam matriks. Pembentuk tulang rawan di sebut kondroblas, yang akan  membentuk sel tulang rawan (kondrosit). selaput perikondrium memiliki fungsi untuk melindungi tulang rawan. Tulang rawan terdapat pada ujung tulang pipa (cakra epifisis), daun tekubga, cuping hidung, serta ujung-ujung tulang yang membentuk sendi gerak.
  • Tulang Keras (Osteon), penyusun tulang keras terdiri atas protein, kolagen, kalsium, dan fosfor. Adanya zat kapur mengakibatkan tulang bersifat keras dan tidak mudah patah. Tulang keras di bungkus oleh selaput periosteum. Tulang keras terbentuk dari osteoblas. Apabila tulang di potong secara melintang dan di lihat dengan mikroskop akan tampak gambaran suatu sistem yang di sebut sistem Havers. Sistem Havers adalah suatu kesatuan sel-sel tulang dan matriks tulang yang mengelilingi suatu pembuluh darah dan sel saraf. sehingga membentuk suatu sistem.
Tulang Keras (Osteon)
Berdasarkan Tempatnya
  • Tulang Tengkorak, tulang penyusun tengkorak terdiri atas tulang pipih yang saling bersambungan. Adapun fungsi tulang tengkorak adalah sebagai pelindung organ tubuh yang lunak dan penting, seperti mata dan otak. Tulang tengkorak juga menentukan bentuk wajah.
  • Tulang Badan, tulang penyusun rangka dalam menentukan bentuk badan dan berfungsi sebagai pelindung alat-alat tubuh yang penting. Seperti jantung dan paru-paru. Rangka badan terdiri atas tulang rusuk, tulang belakang, tulang dada, gelang bahu dan gelang panggul.
  • Tulang Anggota Gerak, terdiri atas dua lengan dua tungkai. Lengan di sebut anggota gerak atas, dan tungkai di sebut anggota gerak bawah. Tulang lengan atas berhubungan dengan gelang bahu pada ujung atasnya dan berhubungan dengan lengan bawah pada ujung lainnya.
1. Tulang Tengkorak
2. Tulang Badan
3. Tulang Anggota Gerak

Baca Juga : Makanan yang tidak baik untuk kesehatan otak


Proses Pembentukan Tulang

Pada saat embrio atau bayi, tulang – tulang dalam tubuh manusia masih merupakan tulang rawan hialin. Sebagian dari tulang rawan ini akan berkembang menjadi tulang keras atau mengalami osifikasi. Tahap – tahap dalam proses pembentukan tulang (osifikasi) sebagai berikut.

  1. Pada embrio, bagian dalam tulang rawan berisi banyak osteblas. Osteblas tersebut akan membentuk osteosit
  2. Osteosit tersebut tersusun melingkar membentuk sistem Havers. Di tengah sistem havers terdapat saluran Havers yang mengandung banyak pembuluh darah dan serabut saraf.
  3. Pada tahap lanjutannya osteosit menyekresikan zat protein yang akan menjadi matriks tulang. Osteosit akan mendapat tambahan senyawa kalsium dan fosfat yang akan membuat tulang mengeras.
  4. Ketika penulangan (osifikasi), bagian antara epifisis dan diafisis membentuk cakra epifisis. Cakra epifisis akan terus berupa tulang rawan yang mengandung banya osteoblas.
  5. Bagian cakra epifisis akan terus mengalami penulangan yang mengakibatkan tulang memanjang. Di bagian tengah tulang terdapat osteoklas yang merusak tulang yamh mengakibatnya, tulang menjadi berongga dan terisi oleh sumsum tulang.
Gangguan dan Kelainan pada Tulang

Sobat marvin, next yuk kita bahas sub bab tentang Gangguan dan Kelainan pada Tulang. Gangguan dan kelainan pada tulang dapat di sebabkan oleh kesalahan dalam kebiasaan duduk. Jenis- jenis gangguan kelainan pada tulang di antaranya adalah.

  • Kifosis aitu keadaan tulang punggung yang membengkok ke belakang (bungkuk)
  • Lordosis yaitu keadaan tulang punggung yang membengkok ke depan.
  • Skoliosis yaitu keadaan tulang punggung yang membengkok ke kanan atau ke kiri.

Selain Jenis – jenis gangguan yang sudah di sebutkan, tulang dapat mengalami beberapa jenis gangguan lain seperti yang di jelaskan dalam tabel berikut.


Persendian (Artikulasi)

Jenis – Jenis Sendi

Tulang – tulang dalam tubuh manusia saling berhubungan. Hubungan antartulang di sebut sendi. Menurut sifat gerkanya, sendiri di bedakan menjadi tiga macam yaitu sinartrosis, amfiartrosis dan diartrosis.

Sinarthosis (Sendi Mati)

Sendi Mati merupakan hubungan antar tulang yang tidak dapat di gerakkan atau kalau ada gerakan sifatnya terbatas. Berdasarkan komponen penghubungnya sinartrosis di bedakan menjadi 3 macam, yaitu :

  • Sinostosis, yaitu hubungan langsung antara tulang dengan tulang yang tidak memungkinkan adanya gerakan. Contoh : hubungan antar tulang tengkorak pada orang dewasa.
  • Sinkondrosis, yaitu apabila hubungan antar tulang di hubungkan oleh jaringan tulang rawan sehingga memungkinkan terjadinya sedikit gerakan. Contoh : hubungan antara tulang rusuk dengan tulang dada, hubungan antar ruas-ruas tulang belakang .
  • Sinfibrosis, yaitu hubungan antar tulang yang di hubungkan oleh jaringan ikat sehingga masih memungkinkan terjadinya gerakan walaupun sedikit. Contoh : hubungan antara tulang kemaluan kiri dan kanan, hubungan antar tulang tengkorak pada bayi ( sebelum mengalami osifikasi ).
Amfiartrosis (Sendi Kaku)

Amfiartrosis adalah hubungan antartulang yang memungkinkan untuk terjadinya gerakan yang terbatas. Hubungan antartulang ini di hubungkan oleh kartilago sehingga memungkinkan terjadinya sedikit gerakan. Sendi kaku terdapat pada sendi antara tulang betis dan tulang kering.

Diartrosis (Sendi Gerak)

Sendi Gerak adalah hubungan antartulang yang memungkinkan terjadinya gerakan secara leluasa. Sendi gerak adalah bentuk hubungan antartulang yang memungkinkan terjadinya gerakan, sehingga di sebut juga sendi gerak. Gerakan tersebut dapat terjadi secara satu arah, dua arah, atau bahkan ke segala arah. Sendi gerak di bedakan menjadi lima macam sendi yaitu sendi peluru, sendi engsel, sendi pelana, sendi putar dan sendi geser. Yuk sobat pelajari kelima sendi tersebut.

  • Sendi engsel, yaitu hubungan antar tulang yang memungkinkan terjadinya gerakan ke satu arah ( seperti daun pintu dan kusen yang di hubungkan oleh engsel. Contoh : persendian antara tulang gelang panggul dengan tulang paha.
  • Sendi pelana / sendi sela, merupakan persendian yang memungkinkan gerakan kedua arah. Contoh : persendian tulang ibu jaritangan dengan tulang telapak tangan.sendi antar tulang telapak tangan, dan tulang pergelangan tangan pada ibu jari.
  • Sendi putar, hubungan antar 2 tulang di mana satu tulang mengitari tulang yang lain sehingga menimbulkan gerak rotasi. Contoh : hubungan antara tengkorak dengan tulang atlas, metakarpal dengan jari-jari tangan.
  • Sendi peluru / endartrosis, merupakan hubungan antar tulang  yang memungkinkan terjadinya gerakan ke segala arah. Contoh : hubungan antara tulang lengan atas dengan gelang bahu, hubungan antara tulang paha dengan gelang panggul.
  • Sendi geser / sendi kejat / sendi ovoid, merupakan hubungan antar tulang yang gerakannya hanya menggeser , kedua ujung agak rata dan tidak berporos. Contoh : hubungan antara atlas dengan aksis, hubungan antara radius dengan ulna.
Macam – macam sendi gerak

Baca Juga : Tips Memilih Bimbel Terbaik

Wah ternyata cukup kompleks ya sistem gerak manusia. Yuk untuk lebih memudahkan belajar kalian segera pilih program di Marvin Bimbel yang sesuai dengan sobat marvin semua. Caranya Cukup Klik Link berikut http://bit.ly/FormDaftar-Marvin See u yaaa! 

Tinggalkan sebuah komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

11 pemikiran di “Sistem Gerak Manusia│Kelas 8”