Tingkat Kesulitan HOTS UN 2019 Meningkat, Siswa Harus Bersiap UNBK

HOTS UN akan Meningkat

Pada SBMPTN, semua peserta akan ditempa dengan pertanyaan yang memiliki tingkat kesulitan lebih tinggi daripada beberapa tahun sebelumnya. Pertanyaan-pertanyaan tertentu dibuat lebih sulit dan membutuhkan penalaran tinggi, atau keterampilan berpikir tingkat tinggi (HOTS). Mengikuti perkembangan ini, PBB dan UNBK juga telah menerapkan pertanyaan HOTS.

Penerapan model Higher Order Thinking Skills (HOTS) pada mata pelajaran matematika SMA / MA yang dirasakan terlalu sulit, menerima banyak tanggapan dari peserta ujian dan menjadi viral di media sosial.

Kebijakan penerapan model HOTS dimaksudkan untuk melatih anak-anak untuk berpikir kritis, kreatif, dan analitik, tetapi ada prinsip-prinsip HOTS yang belum sepenuhnya diterapkan dalam mempersiapkan soal-soal ujian. Oleh karena itu penerapan model HOTS di PBB perlu diimbangi dengan peningkatan kemampuan guru dan siswa dalam proses belajar mengajar.

Demikian catatan penting dari rapat koordinasi adalah evaluasi pelaksanaan pendidikan menengah UNBK yang diselenggarakan oleh Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan pada Jumat, 20 April 2018 di Jakarta. Rapat koordinasi ini diketuai oleh Asisten Deputi Bidang Pendidikan dan Keterampilan Kerja Wijaya Kusumawardhana.

Baca juga : Ini 5 hal yang perlu kamu lakukan untuk menghadapi SBMPTN

Apa itu soal HOTS (Higher Order Thinking Skills)?

Alice Thomas dan Glenda Thorne mendefinisikan istilah HOTS dalam sebuah artikel berjudul Cara Meningkatkan Berpikir Tingkat Tinggi (2009) sebagai cara berpikir pada tingkat yang lebih tinggi daripada menghafal, atau menceritakan kembali sesuatu yang diceritakan oleh orang lain. (Sumber: beritagar.id)

Apa konsep Keterampilan Berpikir Tingkat Tinggi yang sedang dibahas?

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy mengatakan, pembobotan soal ujian nasional berbasis komputer (UNBK) terutama untuk mata pelajaran matematika tingkat SMA setara dengan penilaian biasa. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy juga mengatakan bahwa masalah HOTS tahun ini akan lebih sulit. “Tapi ada sedikit perubahan yang agak meningkatkan kesulitan,” jelas Effendy.

HOTS bukan subjek, juga bukan pertanyaan tes, jelas Abduhzen, Wakil Sekretaris Jenderal Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI). HOTS merupakan tujuan akhir yang dicapai melalui pendekatan, proses, serta metode pembelajaran. Kesalahan dalam memahami konsep HOTS akan berdampak pada kesalahan dalam model pembelajaran yang semakin tidak efektif dan tidak produktif.

Untuk alasan ini, semua siswa diharapkan dapat mempersiapkan diri sebaik mungkin.